Pak Raden Yang Hangat

photo 015b Pak Raden Yang HangatIndonesia telah berutang banyak padanya, dan kita generasi muda harus meniru kreativitas, kinerja dan pengabdian tanpa batas bapak yang sudah sepuh ini. Kecintaannya pada anak anak telah menjadi ratusan karya, kreativitasnya selaras dengan keinginannya untuk menjadikan anak-anak Indonesia memiliki kecerdasan emosi dan akal di masa depan yang tak lupa pada akar budayanya.

Pak Raden atau Pak Suyadi adalah salah satu seniman yang turut membentuk sebuah generasi, karya ilustrasinya di buku-buku pelajaran bahasa Sekolah Dasar era tahun 80-an. Namun, yang lebih fenomenal hingga saat ini adalah kontribusinya membuat dunia boneka “Si Unyil”. Begitu populernya,

nama-nama dalam semesta boneka Si Unyil menjadi sebutan bagi makanan roti mungil yang kini menjadi khas kota Bogor, nama Pak Raden sendiri menjadi brand Pempek khas Palembang yang kabarnya semua nama itu telah terdaftar sebagai merek resmi yang tak berkaitan langsung dengan dunia boneka Si Unyil. Fenomena ini menandakan betapa citra dunia Si Unyil begitu dekat dengan keluarga, aman dan nyaman sehingga cocok untuk dijadikan nama makanan.

Ah, bagaimana dengan Pak Raden kini? Dalam ruang geraknya yang melambat dan sempit, Pak Raden masih mendedikasikan hidupnya untuk anak-anak Indonesia dengan mendongeng, menulis dan menggambar ilustrasi buku anak, sebuah etos yang patut kita tiru. Betapa malunya kita yang hingga saat ini hanya menerima saja tanpa memberi. Kita sudah sepatutnya mengganti hutang-hutang bangsa ini kepadanya dengan perhatian untuk kesejahteraannya di masa tua, karena Pak Raden layak mendapatkannya. Beliau tidak mengeluh, hati Pak Raden masih hangat, sehangat makanan yang menumpang popularitas pada hasil karyanya. Sehangat anak-anak yang tertawa mendengar kelakar dalam dongengnya. Duh, masihkah kita diam?

Beng Rahadian.

This entry was posted in ComicalMagz-072012. Bookmark the permalink.

Leave a Reply