Sequen: Semangatz (pake z)

Belum hilang benar dari ingatan kita, di Sea Games kemarin, tim Garuda Muda (sepak bola U23) lagi-lagi harus mengakui keunggulan tim Harimau Malaya, julukan untuk timnas negeri jiran, Malaysia di final. Kegagalan tersebut tentu saja menjadi ulangan dari kegagalan sebelumnya di level senior dari negara yang sama di ajang Piala AFF. Menyakitkan? Sudah pasti!!

Di level senior kejadiannya nyaris sama, malah lebih parah. Timnas kita berkali-kali nyaris juara (Piala AFF), tetapi selalu gagal. Menjadi spesialis runner up atau nomor dua dan gagal di ujian akhir terasa sangat menyakitkan, walaupun pencapaian itu lebih baik daripada peringkat tiga, empat dan yang di bawahnya. Namun, ketika sudah sampai di babak final, siapa pun tidak ingin menjadi yang nomor dua, bukan? (mungkin ini ada kaitannya, mengapa tidak ada kecap nomor dua di dunia. Hei bahkan, kecap pun selalu ingin menjadi yang nomor satu :P)

Yang lebih menyakitkan lagi adalah karena kita kalah dari Malaysia. Banyak permasalahan sebelumnya antara kedua bangsa, membuat pertandingan jauh lebih emosional dibandingkan ketika tim kita melawan negara lain. Di jejaring sosial, kita ramai memperbincangkannya: Indonesia boleh kalah dari tim lain, tetapi tidak dari Malaysia!

Hasilnya sudah kita ketahui bersama, gagal maning, son. Di final, dua kali Malaysia mengalahkan Indonesia (senior dan juniornya). Padahal, kita sangat mendamba kemenangan. Selain haus akan prestasi di sepak bola, ada unsur sentimen yang sangat kental, kemenangan seperti memuaskan segalanya.

Hmmm… kalau ngeliat kegagalan demi kegagalan yang terus terjadi seperti timnas kita, berarti ada yang salah dengan diri kita. Apakah semangat saja tidak cukup? Barangkali kita menyebut, selain semangat dan kerja keras ada faktor lain yang turut menentukan keberhasilan. Itu adalah keberuntungan. Namun, tanpa semangat dan kerja keras, keberuntungan juga akan enggan menyapa kita.

Sikap yang harus selalu kita miliki, tetap semangat, keep on fighting. Kalau kata orang bijak, sebenarnya apa yang kita hadapi bukanlah cobaan, melainkan sebuah pelajaran kehidupan yang akan membuat kita lebih mantap dan lebih kuat di masa yang akan datang. Itu semua menjadikan kita lebih percaya diri.

Kembali ke timnas. Apa pun hasil yang diraih, kita tetap harus bangga dan memberi apresiasi pada semangat dan kerja keras mereka di atas lapangan hijau. Jujur, mereka bermain luar biasa, penuh semangat dan determinasi (*halah apaan tuh determinasi, pake bahasanya komentator lagi). Terlepas dari hasil akhir yang mana mereka gagal juara, semangat mereka patut kita apresiasi karena mereka telah melakukan yang terbaik yang mereka bisa! Tetap Semangatttzz

This entry was posted in ComicalMagz-122011. Bookmark the permalink.

Leave a Reply