Editor Notes: November 2011

Memahami kejujuran sebaiknya tidak sepotong-sepotong, kita mau tidak mau perlu memahami pula teks dan konteksnya. Apa, kapan, siapa dan bagaimana kejujuran itu disampaikan dapat menjadi  timbangan bahkan serangan balik pada kejujuran yang pada hakikatnya adalah netral, tidak berpihak. Ibarat pepatah “Buruk muka cermin dibelah”, yang menggambarkan sikap kita dalam memahami kejujuran cermin. Kini kejujuran menjadi mahal dan kian tersembunyi. Comicalmagz kali ini mengajak kita semua untuk dapat bersikap jujur, minimal kepada cermin yang artinya jujur pada diri sendiri.

Beng Rahadian

This entry was posted in Comicalmagz-112011. Bookmark the permalink.

Leave a Reply