BANGKITNYA! Si Buta Dari Gua Hantu

ganesh BANGKITNYA! Si Buta Dari Gua Hantu

Postur tegap, berbalutkan baju kulit ular dan tongkat dari batu sebagai senjata utama. Bersama seekor monyet yang setia menemani, pemuda ini malang melintang di dunia persilatan sambil menjelajahi nusantara meski kedua matanya buta. Dialah Barda Mandrawata, alias Si Buta dari Gua Hantu , salah satu tokoh komik Indonesia yang paling populer ciptaan (alm) Ganes Thiar Santoso, atau yang lebih dikenal sebagai Ganes Th.
Ganes Th adalah salah satu maestro komik silat Indonesia di zamannya. Pengaruh Ganes bagi industri komik Indonesia sangat besar. Ketika pasar komik (pertengahan 60-an) masih didominasi oleh komik-komik roman, Ganes membuat gebrakan dengan menciptakan cerita silat melalui tokoh Si Buta dan langsung menjadi hits. Popularitas Si Buta makin menanjak sejalan lesunya pasar komik dan situasi represif (zaman orde lama) yang menganggap sesuatu yang melow dan berbau kebarat-baratan adalah ‘musuh’. Disamping pada saat itu publik merindukan sosok pahlawan.
Kesuksesan Ganes disusul kemudian dengan cerita silat lainnya. Sebut saja Si Djampang Jago Betawi dan quadrologi Tuan Tanah Kedawung (Tuan Tanah Kedawung, Tjisadane, Nilam dan Kesumah, Krakatau) yang juga menjadi masterpiecenya. Selain goresannya yang kuat dan ekspresif, Ganes juga menghadirkan sudut pandang yang fi lmis pada komiknya. Hal ini tak lepas dari kebiasannya menonton sejak remaja. Bahkan Ganes remaja yang sempat berjualan kacang rebus di kawasan Pecinan Glodok, kerap “mampir” ke bioskop sambil menjajakan dagangannya.
Ganes berhenti ngomik sejak tahun 91’ dan lebih sering membuat ilustrasi untuk majalah. Kemudian pada 92’ ia terlibat dalam penulisan naskah sinetron yang diangkat dari komiknya, Si Buta dari Gua Hantu dan Reo Manusia Serigala hingga kepergiannya untuk selamanya pada 95’. Boleh dibilang nasib Si Buta hingga kini masih mengambang. Ia tetap dibiarkan hidup oleh penciptanya tanpa ending yang pasti. Masih terdampar di luasnya rimba nusantara dan entah berakhir di mana perjalanannya. Kini, ‘masa depan’ Si Buta berada di tangan Gienardy Santosa (Gien) anak dari Ganes Th yang sekarang memegang hak waris Si Buta. Beberapa karya Ganes diterbitkan ulang, dan gerakan regenerasi pun perlahan namun pasti dijalankan untuk tetap menghidupkan karakter Si Buta.
Berawal dari pameran komik jadul yang diadakan oleh Pengki (Pengumpul Komik Indonesia) di British Council pada Februari 2004, timbul semangat untuk menghidupkan komik -komik lama pada diri Gien dan teman-teman penggemar komik. Apa yang memotivasi ia dan kawan-kawan pecinta komik menghidupkan kembali komik-komik lama lewat penerbitan ulang melalui Penerbit Pluz+ yang dikelolanya? Dan apa tanggapannya mengenai regenerasi komik?

KOMIKOGRAFI
Ganes Th

JUDUL-JUDUL KOMIK SI BUTA DARI GUA HANTU

- Sibuta Dari Gua Hantu, 1967 (difi lmkan

dengan judul yg sama)

- Misteri di Borobudur, 1967 (difi lmkan dengan

judul yg sama)

- Banjir Darah di Pantai Sanur, 1968

- Manusia Serigala dari Gunung Tambora,

1969

- Prahara di Bukit Tandus, 1969 (ini cerita

terpisah/lepas, lokasi di Cadas Pangeran – Jawa

Barat)

- Badai Teluk Bone, 1972 (difi lm kan dengan

judul “Lembah Maut”)

- Sorga yang Hilang, 1974 (di fi lmkan dengan

judul yg sama dan sequel kedua nya berjudul

“Duel di Kawah Bromo”)

- Prahara di Donggala, 1975

- Perjalanan ke Neraka, 1976

- Si Buta Kontra Si Buta, 1978

- Kabut Tinombala, 1978

- Tragedi Larantuka, 1979

- Pengantin Kelana, 1981

- Misteri Air Mata Duyung, 1984

- Neraka Perut Bumi, 1986 (difi lmkan dengan

judul yang sama)

- Bangkitnya Si Mata Malaikat, 1987

(diadaptasi menjadi fi lm layar lebar tahun 1988)

- Pamungkas Asmara, 1987 (sequel dari

“Bangkitnya Si Mata Malaikat”)

- Iblis Pulau Rakata, 1988

- Manusia Kelelawar dari Karang Hantu, 1988

- Mawar Berbisa, 1989

JUDUL KOMIK SELAIN SI BUTA DARI GUA

HANTU

- Kunjungan di Tengah Malam, 1967

- Djampang Jago Betawi

- Pendekar Selebor

- Pengantin Kelana

- Api di Langit Kulon, (sequel “Pendekar

Selebor”)

- Zomba

- Taufan

- Cobra

- Petualang

- Tjisadane, 1968-1969 (diadaptasi menjadi fi lm

layar lebar berjudul sama tahun 1971)

- Krakatau, 1970

- Tuan Tanah Kedawung, 1970 menjadi fi lm

layar lebar tahun 1972

- Nilam dan Kesumah, 1970

- Masih banyak lainnya…

This entry was posted in ComicalMagz-062011. Bookmark the permalink.

Leave a Reply