Indonesia telah berutang banyak padanya, dan kita generasi muda harus meniru kreativitas, kinerja dan pengabdian tanpa batas bapak yang sudah sepuh ini. Kecintaannya pada anak anak telah menjadi ratusan karya, kreativitasnya selaras dengan keinginannya untuk menjadikan anak-anak Indonesia memiliki kecerdasan emosi dan akal di masa depan yang tak lupa pada akar budayanya. Continue reading
Pintu Masuk
Pencariaan…
-
Artikel Terbaru . . .
Edisi
- July 2012 (3)
- May 2012 (2)
- March 2012 (2)
- December 2011 (4)
- November 2011 (4)
- October 2011 (4)
- September 2011 (3)
- August 2011 (3)
- July 2011 (3)
- June 2011 (4)
- May 2011 (8)
- April 2011 (1)
Kategori
Menu
BlackBerry App
Komentar Temans
- gery on 2011
- ralfsloth on 2011
- Comicalmagz on Keberhasilan
- kasamago on Keberhasilan
- Comicalmagz on 2011
Link ke Temans
- Akademi Samali 0
- Comical Shop Comical Shop 0
Akademi Samali
Langganan Gratis..
-
Login to Chat
Enter Nick: developed by wordpress experts





Saya kerap mensyukuri saat bekerja sebagai freelancer, meskipun ada kalanya sesekali merindukan suasana “ngantor 9-5”. Yang paling saya nikmati sebagai freelancer yang berstudio di rumah adalah saat pagi hari membuka pintu, jendela, menyiapkan kopi dan bersiap kerja di sudut rumah menghadap meja gambar dan komputer . 
Berawal dari ketertarikannya akan komik Lagak Jakarta-nya Benny-Mice di tahun 1997, Vebi Surya Wibawa alias Vbi Djenggotten yang saat itu masih duduk di bangku SMA tergerak keinginannya untuk ngomik. Meski begitu lulusan Universitas Brawijaya Malang jurusan Arsitektur ini, baru kesampaian ngomik pada tahun 2007 dan memulai debutnya lewat Aku Berfacebook Maka Aku Ada (2009, Bikumiku), yang dicetak ulang dengan judul dan oleh penerbit berbeda.
Kerap saya melihat sekelompok anak-anak usia tanggung numpang baca buku di sebuah toko buku besar di daerah Matraman, Jakarta Timur, yang punya cabang banyak sekali di seantero Jakarta dan Indonesia. Dugaan saya, mereka anak-anak dari kampung sekitar. Pakaian mereka seringkali rada kumal mungkin sebab habis main bola kaki, bau tubuh mereka, hmmmm…, mari kita sebut saja sebagai bau matahari. Jenis buku yang mereka baca beragam. Tentunya komik juga dipilih mereka, termasuk manga (komik Jepang). Maka, ketika saya mulai tergila-gila pada manga, bau matahari anak-anak tersebut lalu menjadi terlalu akrab di hidung saya hahahahaha…
